Sejarah GMPI

PROSES KELAHIRAN

Proses kelahiran GMPI tidak terlepas dari hasil keputusan pemrakarsa pertemuan tokoh-tokoh pemuda se-Indonesia pada tanggal 18 Oktober 1993, sebagai pengundang atau pemrakarsa pertemuan adalah H. Djafar Badjeber dari DKI Jakarta dan M. Husni Malik dan Sumatera Utara. Keduanya masing-masing Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gonerasi Muda Persatuan (GMP) DKI Jakarta dan Ketua PW GMP Sumatera Utara.

Kelahiran GMPI berawal dan pertemuan H. Djafar Badjeber dan M. Husni Malik sekitar bulan September 1993 di Jakarta, H. Djafar Badjeber menceritakan kepada M. Husni Malik tentang konstalasi organisasi yang dipimpinnya di wilayah masing-masing, khususnya di tingkat Pimpinan Pusat telah mengalami stagnasi total.

Kemudian keduanya selaku Pimpinan Wilayah di DKI Jakarta dan di Sumatera Utara ditambah oleh Sofyan Usman yang sebagai Pembina GMP, mengambil inisiatif untuk mengundang Ketua Wilayah GMP dan tokoh-tokoh pemuda PPP dari seluruh Indonesia.

Semula acara tersebut dijadwalkan pada tanggal 2 Oktober 1993, kemudian dirubah menjadi tanggal 9 Oktober 1993. Sekitar tanggal 5 Oktober 1993, H. Djafar Badjeber dan Sofyan Usman menghadap Buya H. Ismail Hasan Metareum, SH. Selaku Ketua Umum DPP PPP di kantor DPR/MPR RI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kepada Buya H. Ismail Hasan Metareum, SH. H. Djafar Badjeber, menjelaskan rencana pertemuan tokoh-tokoh pemuda PPP se-Indonesia tanggal 9 Oktober 1993, namun Buya H. Ismail Hasan Metareum, SH. menyarankan agar pertemuan itu diundur menjadi tanggal 18 Oktober 1993, karena pada waktu itu Buya Ismail akan diterima oleh Presiden Soeharto dan pada hari dan tanggal yang sama Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Hayono Isman, menghadap Presiden Soeharto, untuk melaporkan tentang organisasi kepemudaan yang masih aktif maupun yang tidak aktif (papan nama) termasuk menyinggung adanya keinginan sebagian dari generasi muda yang ada dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merencanakan untuk mendirikan organisasi kepemudaan yang baru.

Untuk itu pertemuan tokoh-tokoh pemuda PPP jika dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 1993 waktunya terlalu singkat, maka akhirnya disetujui pertemuan itu ditunda menjadi tanggal 18 Oktober 1993, bertempat di Wisma DPR RI Kopo, Bogor, Jawa Barat.

Pada acara pertemuan tokoh-tokoh muda tanggal 18 Oktober 1993 itu, yang datang dan hadir 37 orang utusan yang berasal dari 18 propinsi di seluruh Indonesia. Selaku pengundang dan pemrakarsa H. Djafar Badjeber dan M. Husni Malik bertindak sebagai Pimpinan Sidang. Pada awal pertemuan sebagai peserta masih rancu, tetapi setelah dijelaskan oleh H. Djafar Badjeber secara umum tentang konstelasi yang ada dan usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk menyelesaikan kemelut di tingkat Pimpinan Pusat GMP, akhirnya semua peserta dapat memahami dan memakluminya. Selanjutnya pimpinan sidang dan peserta sepakat untuk tidak membicarakan lagi eksistensi GMP, kemudian pimpinan sidang menawarkan kepada peserta tentang keinginan untuk mendirikan organisasi baru dan tawaran dari pimpinan sidang disetujui oleh para peserta.

Setelah para peserta pertemuan memahami masalah yang ada maka H. Djafar Badjeber dan M. Husni Malik beranjak kepada pembentukan wadah baru yaitu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang baru, yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan Generasi Muda Persatuan (GMP). Ketika hal itu ditawarkan kepada para peserta yang jumlahnya 37 orang yang berasal dari 18 propinsi itu, semuanya menyatakan setuju, sepakat dan seiya sekata untuk membentuk wadah baru, wadah organisasi baru itu akhimya diberi nama Generasi Muda Pembangunan Indonesia disingkat GMPI. GMPI resmi berdiri pada tanggal 18 Oktober 1993 bertepatan dengan tanggal 2 Jumadil Awal 1414 H. di Wisma DPR RI Kopo, Bogor, Jawa Banat, melalui sebuah Dekiarasi yang ditandatangani bersama.

Sebelumnya, telah disepakati oleh para Deklarator untuk membuat Deklarasi GMPI dan Tim Perumus Anggaran Dasan (AD) , yang draft-nya disiapkan antana lain oleh Ir. Rahman Syagaf dan Dra. Lena Mariana Mukti. Tim Perumus tersebut terdiri dari  tujuh yang kesemuanya adalah para deklarator yaitu:

1.      Drs. Zulkifli Amin, mewakili DI. Aceh.

2.      HM. Thahir Saimima, SH. mewakili Maluku.

3.      Drs. Rabbani Thoha, mewakili Jawa Tengah.

4.      H. Firmansyah AM, mewakili Kalimantan Barat.

5.      M. Cholil Subarie, mewakili Jawa Timur.

6.      H. Djafar Badjeber, mewakili DKI Jakarta.

7.      M. Husni Malik, mewakili Sumatera Utara.

Ketujuh orang tim Perumus Anggaran Dasar (AD) itu telah menetapkan Anggaran Dasar (AD) sebagai pedoman organisasi dan telah

ditetapkan pula susunan pengurus Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PP GMPI). Sedangkan pembentukan PP GMPI tersebut melalui tim formatur yang terdiri dari para deklarator yaitu:

1.      Ir. H.M. Saleh Khalid, MM.

2.      H. Husni Malik.

3.      H. Djafar Badjeber.

4.      Sofyan Usman

5.      Drs. Djabaruddin AR.

Sesudah tim formatur menyusun PP GMPI, kemudian tim formatur pada tanggal 19 Oktober 1993 pukul 01.00 dinihari, datang ke rumah dan menghadap Buya H. Ismail Hasan Metareum, SH, selaku Ketua Umum DPP PPP untuk melaporkan tentang terbentuknya GMPI berikut hasil keputusan tim formatur tentang menyusun pengurus PP GMPI serta sekaligus meminta Buya H. Ismail Hasan Metareum, SH. untuk menjadi Ketua Dewan Pembina PP GMPI.

Dengan Iahirnya GMPI ini maka tujuannya adalah untuk membina dan mengembangkan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiiki semangat persatuan dan kesatuan, memiliki wawasan kebangsaan yang utuh serta memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai oleh Allah SWT.

Organisasi GMPI beraqidah Islam dan asas GMPI adalah Pancasila. Sedangkan sifat GMPI adalah independen dan berstatus sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda.

Usaha yang dilakukan adalah:

-                Membina Pribadi generasi muda Indonesia untuk menjadi generasi muda yang beriman dan bertaqwa.

-                Membina generasi muda Indonesia menjadi kader-kader pembangunan yang tangguh, trampil dan mandiri sehingga bermanfaat bagi kepentingan bangsa.

-                Membina dan mengembangkan semangat persatuan dan kesatuan serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.

-                Membina dan mengembangkan kesadaran politik di kalangan generasi muda melalui pendidikan dan kaderisasi politik yang terarah dan terencana.

-                Berperan aktif dalam berbagai upaya pembinaan dan pengembangan Demokrasi Pancasila.

-                Usaha-usaha lain yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Liputan dari berbagai Kegiatan GMPI pasca deklarasi.

Incoming search terms:

ADVERTISEMENT

Log in - Global News Trends